Berita  

Temui Massa Aksi 11 April, Kapolri Dapat Pujian Dari Mahasantri Indonesia


Jatim Aktual, Jakarta – Sikap dan langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo temui massa aksi pada 11 April yang lalu mendapat apresiasi dan dianggap sebagai indikator perubahan yang lebih baik dalam penanganan unjuk rasa oleh aparat kepolisian.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP Persatuan Mahasantri Indonesia, Moh. Khairi pada Senin (18/03/2022).

“Bagi saya, langkah Kapolri sudah tepat guna menciptakan stabilitas aksi demonstrasi. Bahkan, Kapolri menangkap penyusup yang membawa senjata tajam,” kata Khairi dalam keterangannya, di kawasan kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:  Di Rakerda HIPMI Jatim, Ketua DPD RI: Perekonomian Bangsa Wajib Sejahterakan Rakyat

“Karena sejatinya, pelaksanaan aksi mahasiswa harus berjalan tertib dan disiplin. Tidak boleh ada penyusup yang bisa memprovokasi massa aksi hingga berbuat anarkis bahkan bisa merusak fasilitas umum,” tambahnya.

Menurut Khairi yang sekaligus menjabat sebagai Sekjend DPP Yakorma, Kapolri telah memberikan contoh yang baik yang harus diikuti oleh semua jajaran kepolisian sampai tingkat bawah.

BACA JUGA:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

“Dengan demikian, semua anak buah Kapolri harus mengikuti cara beliau, bahwa menghadapi massa aksi harus dengan cara humanis karena dengan demikian massa aksi akan merasa disambut bahkan merasa diayomi dan dilindungi,” tuturnya.

Khairi menilai bahwa kepemimpinan Jendral Listyo Sigit Prabowo telah membawa perubahan yang nyata ditubuh kepolisian.

“Tentu ini menjadi bukti nyata bahwa Pak Sigit memang telah membawa perubahan ditubuh Polri tentu dengan Presisi yang selalu beliau gaungkan,” beber dia.

BACA JUGA:  Polda Jatim Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Dana Hibah Jatim Di Sumenep Dan Pamekasan

Atas dasar itu, Khairi akan terus mendukung Kapolri dan berharap melakukan hal yang sama pada unjuk rasa yang rencananya akan dilaksanakan pada 21 April mendatang.

“Untuk aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada 21 April harus dikawal dengan baik oleh polisi hingga bisa berjalan dengan damai dan semua tuntutan bisa tersampaikan tanpa harus caos dan anarkis,” pungkas Khairi.