TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Berita  

LD PWNU Jakarta Adakan Pelatihan Thibbun Nabawi, Kiai Masruhin: Agar Masyarakat Paham Pengobatan Ala Rasulullah


Jatim Aktual, Jakarta – Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) DKI Jakarta pada Ahad (17/04/2022) lalu mengadakan kegiatan training of trainer (TOT) atau pelatihan pelatih Pengobatan Qur’ani dan Thibbun Nabawi, di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu Raya 112 Jakarta Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang peserta yang berasal dari sekitar Jakarta dan diisi dengan pemberian materi dan praktik mengenai cara membekam, ruqyah, dan reposisi atau mengembalikan posisi tulang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gratis dan dipandu oleh tenaga profesional di bidangnya. Hal itu disampaikan oleh Ketua LD PWNU DKI Jakarta Kiai Masruhin Abdul Majid pada Rabu (20/04/2022).

BACA JUGA:  Gus Din Politikus PAN: Pelaku UMKM Menyumbang PDRB dan PDB Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Harus Fasilitasi

Menurutnya, tujuan diadakannya kegiatan pelatihan ini dalam rangka mengajak masyarakat untuk mengenal pengobatan ala Rasulullah.

“Masyarakat biar tahu dan paham bagaiman pengobatan ala Rasulallah, tentu dengan panduan para ahli yang sudah membidangi hal itu dan kami langsung mendatangkan KH Muhsin dari JRA (Jam’iyah Ruqyah Aswaja) untuk memandu pelatihan tersebut dan tanpa dipungut biaya atau secara gratis” kata Kiai Masruhin.

BACA JUGA:  Aktivis Mahasiswa Demo Depan Kemnaker Soal Ada Dugaan Korupsi Di Program TKM

Lebih lanjut, Kiai Masruhin menyampaikan tentang tujuan diadakannya kegiatan Pelatihan Pengobatan Qur’ani dan Thibbun Nabawi itu.

“Selain itu, kita tahu bahwa Wahabi telah merongrong ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah melalui pengobatan Thibbun Nabawi ini, makanya kita sadarkan dan edukasi masyarakat agar terus mempertahankan apa yang sudah dicontohkan Rasulullah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Prof. Zainuddin Maliki: Indonesia Butuh Sarjana dan Guru Besar Bermental Kuat, Terdidik dan Berintegritas

Salah seorang peserta Pelatihan Pengobatan Qur’ani dan Thibbun Nabawi Siti Nurjannah mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut diajarkan berbagai ilmu terkait ruqyah, bekam, dan gurah.

“Materi intinya pelajaran ruqyah, saraf sendi, belajar totok, bekam dan gurah. Pelatihan ini dilakukan sambil praktik, ditemani ustadz dan dikasih modul. Ustadz-nya asik, jadi estimasi waktu dari jam satu sampai jam lima, kita jadi nambah sampai menjelang berbuka,” ungkap Siti usai pelatihan.