TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Berita  

Sepakbola Indonesia Sampah

Puisi Karya: Syafrudin Budiman SIP

Indonesia Berduka Karena Rakyat Supporter Arema Ditembaki Gas Airmata,
Yang Mati Angkanya Berubah-ubah Kayak Data Sampah,
Selalu Menyalahkan Orang Lain Sampah Padahal Mulutnya Sampah.

Buang Pembunuh Ketempat Sampah,
Buang Pejabat Bobrok Ketempat Sampah.
Sekarang Panitia Pelaksana dan Asosiasi Sepakbola Mulut Sampah Tak Ada Yang Bicara.

BACA JUGA:  Survei Poltracking Indonesia 4,1 %, Gus Din Politisi PAN Optimis Bisa Tembus 65 Kursi

 

Itulah Indonesia dengan Kompetisi Sepakbola Sampah,
Aparat Hukum Yang Banyak Terisi Oknum Sampah,
Pengelola Klub Banyak Yang Sampah Demi Uang Semata,
Sekarang Korban Kanjuruhan Malang Dipaksa Diam Biar Jadi Sampah.

Media Arus Utama Hanya Nulis Berita Sampah,
Tanpa Berani Berapa Angka Korban Jiwa Masuk Keranda Yang Dianggap Sampah,
Media Arus Utama Diam Kenapa Takut Bicara Korban Berapa,
Apakah Mulutnya dan Tangannya Sudah Diikat Sampah.

BACA JUGA:  Relawan Erick Thohir: The Best Minister CNBC Indonesia Awards 2022 kepada Menteri BUMN, Bukti Kerja Nyata¬†

Presiden Jokowi Marah Ke Kapolri dan Tak Berjabat Tangan Seperti Dianggap Sampah,
Presiden Jokowi Tertunduk Malu Mendengar Kelakuan Polisi Membuang Sampah Gas Air Mata,
Menyebabkan Sepakbola Indonesia Menjadi Paling Sampah Penuh Merana,
Siapa Yang Salah dan Apakah Rakyat Selalu Yang Jadi Sampah Sehingga Hilang Nyawa.

BACA JUGA:  Aksi di Kantor KPK, Gemaki Minta Tangkap Wakil DPRD Jatim Anik Maslachah

Puisi ini terinspirasi dari tulisan dibawah ini:

https://www.washingtonpost.com/world/2022/10/06/indonesia-kanjuruhan-stadium-stampede-police/