TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Berita  

Sinergi Polri-TNI di Rantau dan Brimob Aramiah Responsif Bencana, Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir

Aceh Tamiang – Personel Polsek Rantau dan Brimob Aramiah Langsa melaksanakan kegiatan Gotong Royong Bahu membahu membersihkan Sekolah MIN Kampung Durian Kecamatan Rantau terdampak banjir,

Banjir akibatkan proses belajar mengajar tidak bisa terlaksana karena sekolah yang penuh dengan genangan air. Kamis (10/11/2022) sekira pukul 10.00 WIB.

Pasca Bencana Banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang akhir pekan ini, Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas fasilitas umum ikut terendam banjir.

Kegiatan Bhakti Sosial tersebut di pimpin oleh Kapolsek Rantau AKP Sumasdiono,SH dan Aiptu M.Thalib Pa Ops Brimob Aramia.

BACA JUGA:  Undang Pakar Ekonomi, DPD RI Bahas Ekonomi Pemerataan yang Menyejahterakan

Ada pun maksud dan tujuan kegiatan tersebut yaitu Bentuk kepedulian POLRI kepada Masyarakat yang terdampak pasca bencana banjir dan fasilitas umum lainnya seperti Sekolah MIN, Sebagai Bentuk Pengabdian Aparatur Negara kepada Masyarakat, Membantu meringankan beban masyarakat Pasca Banjir.

Didalam kegiatan tersebut, banyak yang ikut terlibat dalam melakukan pembersihan sekolah yang terendam banjir.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, S.I.K melalui Kapolsek Rantau, AKP Sumasdiono, SH mengatakan, “Hari ini kita fokuskan di sekolah MIN karena sekolah ini paling parah terendam banjir sehingga menyisakan banyak lumpur dan ikut terendam banjir bersama rumah warga diKampung Durian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang,” katanya.

BACA JUGA:  1 Abad Nahdlatul Ulama, Erick Thohir: Banyuwangi Tempat Lahirnya Shalawat Badar

“Jika tidak dibantu pembersihannya maka dikhawatirkan proses belajar mengajar harus diliburkan lebih lama, karena siswa dan guru sibuk membersihkan sekolahnya, Untuk mempercepat proses belajar mengajar pasca banjir yang ikut terendam dengan ketinggian bervariasi,” ujar Kapolsek Rantau.

BACA JUGA:  Demo Soal Korupsi Dana Hibah, Gemaki Desak KPK Periksa Anwar Sadad

Menurutnya, terdapat enam ruang belajar Sekolah termasuk ruang guru dan kepala sekolah dan satu taman kanak-kanak yang ada di dalam komplek sekolah terendam banjir.

Selanjutnya, sebut AKP Sumasdiono, selain merendam perlengkapan mebeler seperti kursi dan meja, banjir juga merendam buku pelajaran siswa yang tersimpan di ruang guru.

“Sesuai instruksi pimpinan, seluruh anggota polisi diminta turun aktif membantu masyarakat terdampak banjir, termasuk sekolah,” jelas Kapolsek Rantau AKP Sumasdiono, SH. (red)