TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Videonya Dicatut dan Diedit, Kiai Maman: Politik perlu Kejujuran, Bukan Manipulasi!

Jatim Aktual, Jakarta – Dinamika politik menjelang Pilpres tahun 2024 makin kencang saja. Sayangnya, masih saja ada pihak-pihak yang menggunakan serangan hoaks dan propaganda sebagai alat politik kelompok tertentu.

Kali ini Anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq yang menjadi korbannya, wajah Politisi PKB itu nampang di sebuah video berjudul “Sampai Gak Muat, Ribuan Warga Nahdliyin Serbu Deklarasi Anies” yang diunggah melalui channel youtube Fakta Aktual Terkini.

Parahnya, video Kiai Maman dijadikan prolog yang isinya propaganda, penggiringan opini yang mendukung salah satu capres tertentu. Video Kiai Maman yang tengah berbicara dengan mengenakan masker, diedit dengan menggunakan suara orang lain yang mendukung kebijakan Anies Baswedan.

BACA JUGA:  Pembina DPD Puan Tangsel Okta Kumala Dewi Maju Bacaleg DPR RI Banten III, Demi Perjuangkan Hak-Hak Perempuan¬†

Kiai Maman pun tegas membantah isi pernyataan yang ditampilkan dengan mengenakan wajahnya itu. Menurut Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu, video tersebut adalah fitnah keji terhadap sosok dirinya. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah membuat pernyataan seperti itu.

“Politik perlu kejujuran, bukan manipulasi. Jangan sampai politik kita hanya diisi oleh narasi manipulatif, provokatif, dan fitnah untuk kepentingan politik tertentu. Dan yang penting, Sebagai kader PKB saya hanya akan mendukung yang diputuskan Partai ” kata Kiai Maman kepada wartawan, Senin (26/12).

BACA JUGA:  Syafrudin Budiman Politiisi Muda PAN Minta Stop Permusuhan Politik, Fokus Pembangunan SDM dan Kemanusiaan

Kiai Maman pun mengajak masyarakat untuk terlibat pada upaya pemberantasan hoaks. Tidak bisa, katanya, penegakan hukum berjalan sendiri saja tanpa keterlibatan warganet di berbagai platform media sosial. Setidaknya ia berharap warganet ikut mereport akun-akun yang isinya narasii memecah belah dan fitnah.

Selain itu, Kiai Maman pun meminta elite untuk berhenti berafiliasi atau mendukung cara-cara black campaign ataupun negative campaign yang digunakan pada proses pemilu dan pilpres.

BACA JUGA:  Prof. Zainuddin Maliki: Indonesia Butuh Sarjana dan Guru Besar Bermental Kuat, Terdidik dan Berintegritas

“Politik harus diisi dengan perang narasi yang mencerdaskan, saling lempar argumen dan gagasan dalam upaya pembangunan negara. Bukan diisi dengan perang siber yang isinya hoaks dan fitnah sana-sini,” kata Kiai Maman menambahkan.

Munculnya video yang diupload oleh channel youtube dengan jumlah subscriber mencapai 69,2K ini, kata Kiai Maman, membuktikan bahwa politik nasional saat ini masih jauh dari harapan publik yang inginnya dijalankan dengan cerdas dan beradab. (red)

Editor: Gus Din