TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hakim PN Jaksel Diminta Segera Putuskan Perkara Tindak Pidana Terorisme Oleh Tersangka Jhon Sondang

Jatim Aktual, Jakarta – Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Surabaya Imam H. mendukung penerapan UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Tindak Pidana Terorisme terhadap Jhon Sondang yang terbukti melakukan pelemparan bom molotov ke Pos Lalu Lintas (Lantas) kolong Tol Jatiwarna, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu 16 Februari 2022 silam.

“Segala pertimbangan penyidik untuk menggunakan UU No. 5 Tahun 2018 kepada Jhon Sondang sudah tepat karena ini menyangkut ideologi anarkisme yang dianutnya sangat membahayakan publik atau orang lain,” kata Imam dalam keterangannya, Sabtu (7/1/2023).

Imam juga meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) segera memutuskan perkara ini dengan berlandaskan Undang-undang yang sudah disangkakan ke Jhon Sondang.

BACA JUGA:  Sejumlah Catatan LaNyalla untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Digital

“PN Jaksel harus segera putuskan perkara ini agar tidak menimbulkan banyak persipsi lagi dan opini liar yang muncul di masyarakat,” tegasnya.

Menurut Imam, Hakim PN Jaksel harus memutuskan sesuai Undang-undang yang berlaku tanp dipengaruhi oleh opini publik apalagi sampai mempersepsikan bahwa teroris itu adalah agama islam.

BACA JUGA:  Aksi Depan KPK, KMS Minta Audit Sumber Kekayaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Dan Minta Buka Kembali Kasus PT WUS

“Hakim harus tegas dan putuskan sesuai aturan yang berlaku, jangan sampai terpengaruh dengan berbagai macam persepsi yang datang dari luar apalagi sampai punya persepsi terorisme itu orang islam,” ungkapnya.

Imam meminta hakim melihat persoalan ini dengan jernih sebagai tindakan yang membahayakan publik dan menyangkut harkat martabat bangsa karena yang diserang adalah pos strategis simbol institusi pengamanan bangsa dan negara.

BACA JUGA:  Innalillah, Pj Kades Torjunan Meninggal Dunia Diduga Menjadi Korban Tabrak Lari

“Keonaran dan serangan yang dilakukan oleh Jhon Sondang ini sudah masuk dalam katagori tindakan terorisme dan ini yang harus dilihat hakim,” terangnya.

“Tidak ada tempat bagi terorisme di negeri yang kita cintai ini, harus dibasmi,” tutup Imam.