TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Keluarga Diteror Mafia Rokok, FPPK Berencana Minta Perlindungan ke LPSK dan Komnas HAM

Jatim Aktual, Jakarta – FPPK kembali gelar aksi ketiga di depan mabes polri terkait rokok ilegal pada Kamis (12/1/2023).

Dalam aksi tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk menuntut kapolres sumenep dicopot dan gelar doa bersama untuk polres sumenep.

“Sudah tiga kali kami aksi dan tak ada dari pihak kepolisian untuk sedikitpun menindak mafia rokok ilegal. Buktinya sampai hari ini pabriknya masih berdiri kokoh dan barangnya masih beredar bebas hingga skala nasional.” Tegasnya

BACA JUGA:  Ormas Baru KMPI Komite Muda Perempuan Indonesia Eksis Dalam Akselerasi Peradaban Bangsa.

Dalam aksinya ferdiansyah juga menyampaikan bahwa ada teror yg menyasar anggota FPPK bahkan mengintimidasi salah satu keluarga anggota massa.

“Perilaku mafia rokok ilegal ini sudah diluar nalar karena sampai mendatangi rumah kami dengan maksud meneror keluarga kami. Dimana kehadiran Negara jika sampai perilaku mafia ini sudah mengancam nyawa seseorang. Justru kami tak akan mundur selangkahpun.” Pungkasnya dalam orasi.

BACA JUGA:  Aktivis Antikorupsi Gelar Demo Terkait Dugaan Korupsi Program UMKM Kemnaker RI

Dalam keterangannya FPPK tengah menyusun laporan untuk melaporkan secara resmi kepada Mabes Polri dan kantor beacukai. Serta FPPK akan minta perlindunngan kepada LPSK dan Komnas HAM untuk mengusut rokok ilegal ini.

“Nnti kami akan menyampaikan laporan secara resmi termasuk terkait ancaman-ancaman yang mengarah kepada kami. kami berencana meminta perlindungan kepada LPSK dan Komnas HAM. Kami berharap Negara hadir melindungi kami.”

BACA JUGA:  Formasa Demo KPK Minta Usut Dugaan Korupsi 3 Proyek Ogan Ilir Senilai 96 Milyar Yang Diduga Dikerjakan Kerabat Wagub Sumsel Mawardi Yahya

Dalam aksi ini juga digelar doa bersama untuk kapolres sumenep beserta oknum yang terlibat dalam rokok ilegal ini.

“mari kita berdoa bersama mudah-mudahan kapolres sumenep sadar dan taubat agar bisa memberantas rokok ilegal di sumenep.” Pungkasnya.