TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kembali Demo KPK, KMS Tuntut Tersangkakan Achmad Fauzi Dalam Kasus Korupsi PT WUS

Jatim Aktual, Jakarta – Kaukus Muda Sumenep (KMS) kembali datangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta memgambil alih dan mengusut tuntas kasus korupsi PT WUS yang diduga melibatkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Mereka melakukan aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (13/1/2023).

Dalam orasinya, koordinator aksi Mohammad Azizi menyampaikan bahwa Achamd Fauzi diduga terlibat dalam kasus korupsi PT WUS namun tidak ditersangkakan oleh Kejati Jatim.

Azizi menduga telah terjadi pengkondisian perkara sehingga Achmad Fauzi tidak tersentuh hukum.

“Semua orang tau bahkan ini sudah menjadi fakta persidangan kalau Fauzi disebut sebagai orang yang diduga terlibat dalam kasus PT WUS namun dia seperti kebal hukum,” kata Azizi depan KPK.

BACA JUGA:  Aktivis Harda Belly Apresiasi Wali Kota Lubuk Linggau Usai Menerima Penghargaan Satyalencana Wira Karya Dari Presiden Jokowi

“Kajati Jatim seperti lemah bahkan tak berkutik untuk memproses Fauzi atau jangan-jangan mereka meperjual belikan hukum sehingga Fauzi aman?,” lanjutnya.

Karena itu, Azizi meminta KPK untuk mengambil alih dan mengusut kembali kasus yang pernah ditangani oleh Kejati Jatim tersebut.

“Kami lebih percaya KPK, harus diusut kembali sehingga opini liar masyarakat bahwa telah terjadi kongkalikong dalam proses hukum PT WUS yang berakibat fatal yaitu menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di negeri ini tidak terjadi lagi,” terangnya.

Selain itu, Azizi juga meminta KPK mengaudit dan memeriksa aliran kekayaan Achmad Fauzi yang dituding tidak sesuai dengan LHKPN.

“Harus diaudit dan diperiksa aliran duit dan kekayaan Achmad Fauzi dari sebelum menjadi pejabat di Sumenep,” ujarnya.

BACA JUGA:  IPW Desak Mabes Polri Buka Kembali Kasus Dugaan Ijazah Palsu Cik Ujang yang Di SP3 oleh Ferdy Sambo

Azizi mengakui telah mengecek LHKPN Achmad Fauzi dan ternyata tidak sesuai dengan di lapangan.

“Achmad Fauzi itu punya rumah mewah di Batuan, Sumenep dan ternyata itu tidak masuk LHKPN karena itu, ini menimbulkan kecurigaan dari hasil korupsi. KPK harus periksa dan audit kekayaan rumah mewah itu,” lanjutnya.

Selama ini, menurut Azizi, Achmad Fauzi hanya pencitraan belaka untuk menutupi kegagalannya menjadi Bupati Sumenep dan untuk menghilangkan rekam jejak jeleknya sebagai terduga korupsi PT WUS.

Bahkan Azizi mencontohkan persoalan yang belum bisa Achmad Fauzi selesaikan yaitu masalah banjir di kota Sumenep dan masalah rokok ilegal yang meraja lela.

“Demo ini juga sebagai penyeimbang atas pencitraan Achmad Fauzi sebagai Bupati biar keliatan bekerja dan hebat padahal kenyataannya gagal total. Selain itu, sejarah tidak mungkin bisa dihapus bahwa dia duga terlibat dalam kasus korupsi,” ucapnya.

BACA JUGA:  Ketua DPD RI Usul Work From Home Gantikan Wacana Cuti Ayah di RUU KIA

“Rokok ilegal saja tidak selesai bahkan terus berkembang dan ditambah soal banjir yang juga tidak selesai. Padalah ini adalah tanggung jawab Bupati, makanya muncul kecurigaan ada pembiaran rokok ilegal karena ada oknum yang menikmati dari setoran para mafia rokok ilegal ini,” jelasnya.

Terakhir, Azizi memastikan akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai ada tindak lanjut dari tuntutan yang disampaikan ke KPK.

“Tiap minggu kami akan datangi KPK, Sumenep harus diselamatkan dari Bupati terduga koruptor,” tutup Azizi.