TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Geruduk DKPP, Jatim Progress Minta Usut Dugaan Suap Seleksi PPK dan PPS Kabupaten Sumenep

Jatim Aktual, Jakarta – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) diminta periksa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep karena diduga melanggar kode etik menerima suap seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengumutan Suara (PPS).

Hal itu disampaikan oleh sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Jatim Progress saat melakukan aksi demonstrasi depan gedung DKPP RI, Jl. M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (24/1/2023).

Dalam orasinya, koordinator aksi Syaifurrahman meminta DKPP tegas menindak komisioner KPU yang diduga melanggar kode etik berdasarkan temuan di lapangan.

BACA JUGA:  Mahasiswa Sumenep Apresiasi Bupati Ach. Fauzi dan Wabup Dewi Khalifah Usai Dapat Penghargaan dari Kemenkes RI

“Ada temuan di lapangan bahwa untuk lolos PPK diduga harus nyogok Rp. 15-25 juta dan PPS Rp. 3-5 juta. Dan ini menjadi rahasia umum yang harus mendapat atensi khsusus dari DKPP,” kata Syaifurrahman depan DKPP.

Selain itu, Syaifurrahman menyebut perubahan SK pengumuman hasil tes tulis menjadi indikasi Komisioner KPU Sumenep bermain dan melanggar kode etik.

BACA JUGA:  Ketua DPD RI Soroti Dirut Pertamina Rilis Harga Ekonomi Pertalite

“Perubahan SK pengumuman hasil tes tulis merupakan indikasi yang kuat telah terjadi permainan dan mengarah pada pelanggaran kode etik,” lanjutnya.

Karena itu, Syaifurrahman meminta DKPP segera periksa semua komisioner KPU Sumenep.

“Ketua KPU Rahbini, komisioner Syaifurrahman dan Mustafid harus diperiksa,” ucapnya.

Syaifurrahman akan segera melengkapi berkas laporan dan akan memastikan akan mengawal laporan tersebut sampai tuntas.

BACA JUGA:  Istri Korban yang Meninggal Usai Ditangkap Polisi Mengadu ke Komnas HAM

“Sebenarnya kami juga ingin memasukkan laporan namun masih melengkapi berkas dan bukti tambahan, jadi dalam waktu dekat kami akan masukkan laporan,” terangnya.

“Kalau laporan sudah masuk maka akan dikawal dengan aksi demonstrasi karena ini merupakan gerakan penyelamatan demokrasi Sumenep yang dirusak oleh oknum yang suka disuap,” tutup Syaifurrahman.