Kompas Ancam Demo Lanjutan DPP PKB Kawal Kasus Dugaan Asusila Oknum Anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB

Jatim Aktua, Jakarta – Koordinator Wilayah Komite Mahasiswa dan Pemuda Sumenep (Koorwil Kompas) Jabodetabek Syukron Nu’iem mempertanyakan ketegasan DPP PKB yang belum memecat kadernya yang saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumenep karena diduga melakukan tindakan asusila dengan istri orang.

Menurutnya, hal itu bukan hanya tindakan pidana tetapi secara moral sangat fatal yang tidak bisa ditolerasansi.

“Ini kejahatan moral bahkan bisa dipidana, namun seakan PKB bungkam dan membiarkan perilaku kadernya yang tidak bisa dimaafkan itu,” kata Syukron dalam keterangannya pada Senin (27/06/2022).

BACA JUGA:  Resmikan Gedung Yayasan DHMS Lamongan, LaNyalla Sebut Negara Krisis Akhlak dan Adab

Syukron mengungkapkan bahwa video yang sudah diserahkan ke DPP PKB merupakan bukti yang sangat kuat sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan sanksi berupa pemecatan secara tidak terhormat kepada kadernya dengan inisial FO tersebut.

Bahkan, kata Syukron, masyarakat tentu tidak mau apabila wakilnya di DPRD Sumenep cacat moral dengan tindakan mesum yang ditengerai dilakukan dengan istri sah orang lain.

“Miris, masak PKB akan biarkan masyarakat Sumenep di wakili oleh pejabat yang mesum apalagi diduga dilakukan dengan istri orang. Tentu tidak pantas pejabat seperti itu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ketua DPD RI Soroti Dirut Pertamina Rilis Harga Ekonomi Pertalite

“Seandainya PKB mau menegakkan AD/ART nya pasti sudah dipecat sejak dilaporkan oleh kami dengan alat bukti berupa video,” terangnya.

Diketahui, Kompas sudah melaporkan kasus ini ke DPP PKB dan sudah melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk pengawalan bahkan massa aksi diterima langsung oleh perwakilan DPP PKB.

Namun, kata Syukron, laporan tersebut sampai sekarang belum ditindak lanjuti. Ole karena itu, Syukron akan kembali melakukan unjuk rasa untuk memastikan bahwa tuntutannya kepada DPP PKB untuk memecat kadernya bisa segera dipenuhi.

BACA JUGA:  Aksi Gabungan Insan Jurnalis Di Mapolda Jatim Desak Kapolres Sampang Dicopot

“Jangan ada kesan PKB melindungi kader yang terduga asusila. Tentu ini tidak baik untuk partai yang sangat dibanggakan di Sumenep. Masyarakat juga sangat kecewa kalau PKB membiarkan kasus yang sangat fatal ini,” jelasnya.

“Kami (Kompas) pastikan dalam minggu ini akan geruduk DPP PKB untuk menanyakan sudah sampai mana tindak lanjut laporan tersebut,” tandas Syukron.