Ketum Republik Apresiasi Puan Maharani Yang Akan Dapat Gelar Doktor Honoris Causa Dari PKNU Korsel

Jatim Aktual, Jakarta – Ketua Umum Relawan Puan Bersama Wong Cilik (Republik) Harda Belly bangga kepada Puan Maharani Soekarno Putri yang akan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa atau doktor kehormatan dari Universitas Nasional Pukyong atau Pukyong National University (PKNU), Korea Selatan.

Gelar kehormatan tersebut diberikan kepada Puan karena dikarenakan melihat pencapaiannya sebagai first woman speaker of the House Representatives, DPR RI. Hal itu disampaikan langsung oleh President PKNU, Young-Soo Jang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Juli 2022 lalu.

BACA JUGA:  Geruduk KPK, GEMAKI Desak Segera Tersangkakan Dirut Petronesia Benimel Benny Siagian Dalam Kasus Dugaan Suap Di PPU Kaltim

Menurut Harda, prestasi Puan bukan hanya diakui di dalam negeri melainkan juga dari dunia internasional.

“Sebagai anak bangsa, tentu kita harus mengapreasi terhadap pencapaian Ibu Puan. Gelar kehormatan ini menambah deretan panjang prestasi yang telah dilakukan oleh Ibu Puan,” kata Harda dalam keteranganya, Senin (18/7/2022).

Harda mengatakan, Ibu Puan memang layak menerima penghargaan ini karena sudah terbukti dan tercatat dalam sejarah bahwa kiprahnya dalam berkontribusi terhadap bangsa dan negara tidak diragukan bahkan dia sebagai perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI.

BACA JUGA:  Dinsos Pamekasan Akan Salurkan BLT DBHCHT, Ketum Pampres: Harus Dikawal Agar Tepat Sasaran

“Beliau itu merupakan perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI makanya Ibu Puan mendapat gelar kehormatan dari Universitas ternama di Korsel. Selain itu, memang harus diakui selama ini telah berkiprah dalam kemajuan bangsa. Buktinya bisa dilihat dari penghargaan-penghargaan yang diberikan kepada beliau,” lanjutnya.

Karena itu, Harda menilai Puan layak menjadi panutan banyak perempuan Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam dunia politik.

“Satu percontohan yang sangat baik atau menjadi role model bagi kaum perempuan bahwa menjadi perempuan tidak harus insecure dan harus percaya diri dengan kemampuan masing-masing terutama ketika ikut berpartisipasi dalam perpolitikan Indonesia,” beber dia.

BACA JUGA:  Kecewa Kinerja Kejati Sumsel, AMPD Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010

Harda meyakini dengan rekam jejak yang dimiliki Puan sudah cukup sebagai modal untuk menjadi pemimpin di Negeri ini. Indonesia, kata Harda, sudah tepat dipimpin Puan sebagai Presiden.

“Dengan pengalaman kepemimpian yang sangat mumpuni dan berbagai prestasi yang dicapai maka Puan harus didukung menjadi Presiden 2024,” pungkas Harda.