TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Aksi Depan Gedung KPK, GEMAKI Minta KPK Usut 7 Perusahaan didugaTerlibat Suap Fee Proyek Di Kab. Musi Banyusin

Jatim Aktual, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAKI) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (27/07/2022).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KOK) segera mengusut dugaan keterlibatan kontraktor penerima paket proyek di Musi Banyuasin yang menyeret terdakwa eks Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Nurdin.

Mereka tampak membawa spanduk bertuliskan “KPK Segera Periksa 7 Perusahan Penerima Proyek Di Musi Banyuasin, Diduga Terlibat Kasus Fee Proyek Dodi Reza Alex”.

BACA JUGA:  Selain Demo Soal Kasus Korupsi PT WUS, KMS Minta KPK Audit Rumah Mewah Milik Bupati Sumenep Achmad Fauzi

“Disinyalir Banyak Melibatkan Para Pengusaha, Sejauh Mana 7 Pemborong Besar Ini Diproses Di KPK ???

1. PT. Perdana Abadi Perkasa
2. PT. Gajah Mada Sarana
3. PT. Ricky Kencana Sukses Mandiri
4. CV. Abimanyu Poetra Warman
5. CV. Rajda Persada
6. CV. Rizki Akbar
7. CV. Patra Sejati

BACA JUGA:  Aksi Jilid II, Gemaki Desak KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Anik Maslachah Atas Dugaan Korupsi Dana Hibah

Dalam orasinya, koordinator aksi Ghazali menyampaikan bahwa dalam kasus Fee Proyek yang diusut oleh KPK pada OTT terhadap Dodi Reza Alex Noerdin diduga masih banyak perusahan yang melakukan suap kepada pejabat dikabupaten Musi Banyuasin untuk mendapatkan paket pekerjaan yang belum disentuh oleh KPK.

“Kami mengawal tuntas kasus OTT KPK di Muba karena masih banyak yang diduga terlibat yaitu beberapa pengusaha yang memiliki PT atau pun CV,” kata Ghazali saat orasi depan KPK.

BACA JUGA:  Warga Merapi Keluhkan Seringnya Padam Lampu, Tokoh Pemuda Lahat Mahendra: Dimana Keberadaan Bupati Cik Ujang

Ghazali meminta KPK tidak tebang pilih dalam kasus tersebut dan tidak boleh ada satupun yang lolos dari jeratan hukum.

Jangan hanya Satu Kontraktor Saja , KPK Harus segera periksa 7 perusahaan ini dalam orasinya.

“Rakyat juga masih menunggu kapan KPK memproses 7 pengusaha pemilik PT dan CV yang selama ini menjadi pemborong proyek di Muba,” tutup Ghazali .