Suporter Timnas Heran, PSSI Tak Keluarkan Biaya Sewa Gelora Bung Tomo Justru Jual Tiket Lebih Mahal

Jatim Aktual, Jakarta – Timnas Indonesia U-19 terpilih menjadi tuan rumah kualifikasi piala Asia. Turnamen rutinan yang saat ini belum jelas akan diselenggarakan di negara mana akan memulai babak kualifikasi. 13/09/2022

Timnas Indonesia akan menggelar pertandingan kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo. 3 tim yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia dalam memperebutkan tiket ke putaran final piala Asia U-19 tersebut diantaranya Timor Leste, Hongkong, dan juga Vietnam.

BACA JUGA:  Soal Inventarisasi Dan Identifikasi Tanah Wadas, Ketua DPD RI Ultimatum Jangan Ada Kekerasan Lagi Terhadap Warga

Dukungan dari suporter tentu sangatlah diharapkan oleh seluruh pemain maupun pelatih. Dengan kapasitas Gelora Bung Tomo yang begitu besar, tentu akan membuat lawan merasa ciut ketika ultras Garuda ataupun suporter lainnya memberikan dukungan. Stadion akan menggema chant dukungan untuk Timnas Indonesia.

Pihak Pemerintah Kota Surabaya selaku pemilik stadion Bung Tomo akan meng-gratiskan biaya penyewaan untuk semua tim selama gelaran kualifikasi berlangsung di Surabaya. Tak tanggung-tanggung Pemkot Surabaya juga membantu membiayai akomodasi dan transportasi dari seluruh tim yang akan berlaga.

BACA JUGA:  LaNyalla Sebut Kesetaraan Gender Masih di Atas Kertas, Perlu Kebijakan Spesifik

Alih-alih menjual tiket dengan harga murah agar para suporter banyak berdatangan, PSSI Justru semakin menjadi-jadi mencari pundi-pundi Uang. Tiket stadion yang biasanya di jual paling murah 50 ribu, PSSI Justru menjualnya dengan harga 75 ribu untuk ekonomi.

BACA JUGA:  Geruduk KPK, GEMAKI Desak Segera Tersangkakan Dirut Petronesia Benimel Benny Siagian Dalam Kasus Dugaan Suap Di PPU Kaltim

Hal itu membuat suporter heran, padahal PSSI sudah bisa dikatakan tidak mengeluarkan uang sepeser pun di Surabaya kecuali untuk timnas Indonesia, ini malah semakin mahal dalam menjual tiket pertandingan.

Padahal semuanya tahu bahwa masyarakat sedang kesusahan akibat covid-19 dan ditambah naiknya harga BBM bersubsidi. Kebaikan Pemkot Surabaya yang menggratiskan biaya stadion dan tempat latihan justru dijadikan ladang mencari keuntungan.