TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ada Indikasi Pembusukan Demokrasi Dalam Gedung DPD RI, AMPD Demo Minta La Nyalla M. Mattalitti Mundur Sebagai Ketua DPD RI

Jatim Aktual, Jakarta – Sejumlah pemuda mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) melakukan aksi demonstasi depan Gedung Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (10/10/2022).

Mereka mendesak Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti mundur karena diduga melakukan maladministasi terkait keputusan penarikan salah satu anggota MPR RI dari unsur DPD RI.

Menurut koordinator aksi, Gozali Mohammad, aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap DPD RI yang dipimpin secara sewenang-wenang oleh La Nyalla M. Mattalitti.

BACA JUGA:  Demo Depan KPK, AMPD Minta Usut Dugaan KKN Mutasi 4 PNS Provinsi Banten

“Indikasi pembusukan demokrasi tercium dari dalam gedung DPD RI karena cara kepemimpinan La Nyalla M. Mattalitti menggunakan cara-cara preman tanpa memperdulikan aturan,” kata Gozali usai aksi.

“La Nyalla memimpin langsung sidang paripurna yang tidak demokratis dan tidak sesuai dengan UU MD3 dan Tata Tertib DPD RI,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Musyda IMM DKI Jakarta, Ari Aprian Harahap Terpilih Sebagai Ketua Umum Periode 2022-2024

Gozali menyebut bahwa La Nyalla M. Mattalitti sebagai Ketua DPD RI akan menjadi sejarah buruk bagi penegakan demokrasi di negeri ini.

“Sebagai ketua DPD RI, La Nyalla bertanggung jawab atas praktek inkonstitusional yang terjadi dalam gedung DPD dan ini akan menjadi preseden buruk yang akan terus terkenang dalam sejarah Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA:  KPK Diminta Turun Ke Sumatera Selatan, Usut Dugaan Korupsi Dinas PUPR Provinsi Sumsel

Karena itu, Gozali mendesak La Nyalla M. Mattalitti mundur dan meminta jangan mempengaruhi senator yang lain untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan Undang-undang.

“DPD RI harus diselamatkan. Tidak boleh dipimpin oleh orang yang menggunakan cara-cara preman dan inkonstitusional. Segera mundur La Nyalla M. Mattalitti,” tutup Gozali.