TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Aksi Jilid III Depan KPK, Gemaki Minta Usut Dugaan Komitmen Fee Yang Diterima Anggota DPR RI Fraksi PDIP Sri Rahayu Pada Proyek PUPR Di Blitar

Jatim Aktual, Jakarta – Aksi demonstrasi kembali terjadi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). Kali ini datang dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi atau GEMAKI.

Massa aksi menyoroti dugaan pemotongan anggaran proyek PUPR di Blitar Jawa Timur yang diduga dilakukan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Sri Rahayu.

Menurut Satrio, koordinator lapangan aksi tersebut mengatakan pihaknya datang ke depan gedung KPK yang ke sekian kalinya untuk mendesak KPK agar segera turun ke Jawa Timur.

BACA JUGA:  Dinsos Pamekasan Akan Salurkan BLT DBHCHT, Ketum Pampres: Harus Dikawal Agar Tepat Sasaran

“Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi di depan gedung KPK, sampai KPK berani turun ke Jawa Timur untuk mengusut tuntas dugaan pemotongan anggaran proyek PUPR di Blitar dan memeriksa anggota DPR RI Sri Rahayu, yang diduga terlibat kuat pemotongan anggaran tersebut,” kata Satrio di depan gedung KPK, Kamis (13/10/2022).

“Selidiki dan segera periksa Sri Rahayu yang diduga kuat terlibat dalam kongkalikong pemotongan anggaran atau komitmen proyek PUPR di Blitar Jawa Timur. KPK jangan pernah tebang pilih. Kami sebagai mahasiswa asli Jawa Timur berharap dengan sangat KPK bisa membebaskan Jawa Timur dari praktek-praktek tak terpuji seperti korupsi,” tambah Satrio.

BACA JUGA:  Kopdar Mahasiswa Jawa Timur Soroti Dugaan Keterlibatan Kapolda Jatim Nico Afianta Dalam Pusaran Konsorsium 303

Satrio juga meminta KPK atensi khusus adanya dugaan pemotongan anggaran proyek tersebut karena berakibat pada hasil pembangunan yang minim kualitas, sehingga cepat rusak dan tak bisa banyak diharapkan kebermanfaatannya.

“Hasil proyek yang harusnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, justru tidak berdampak baik, alias pemberi harapan palsu. Hal itu karena adanya dugaan otak-atik anggaran dalam pembangunannya. KPK bisa turun langsung untuk mengecek proyek tersebut di Blitar,” jelas Satrio.

BACA JUGA:  Kawal Kasus Korupsi Akuisisi PT BA, Gemasela Demo Kejagung Minta Perintahkan Kejati Sumsel Usut Tuntas

Satrio mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi di depan gedung KPK sampai terduga pemotongan anggaran proyek PUPR di Blitar Jawa Timur ditangkap KPK.

“Kami akan terus berdemonstrasi di sini sampai berjilid-jilid, sampai KPK periksa dan tersangkakan Sri Rahayu,” tutup Satrio.