TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Aksi Depan KPK, KMS Minta Audit Sumber Kekayaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Dan Minta Buka Kembali Kasus PT WUS

Jatim Aktual, Jakarta – Sejumlah pemuda mengatasnamakan Kaukus Muda Sumenep (KMS) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta investigasi dan audit bangunan mewah milik Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Bantuan yang tidak dilaporkan ke LHKPN.

Mereka melakukan aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (14/10/2020).

Dalam orasinya, koordinator aksi Mohammad Azizi menyampaikan telah mengakses laporan kekayaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan tidak mencantumkan bangunan rumah yang di Batuan Sumenep.

“Kami akses secara online di LHKPN KPK ternyata bangunan rumah Bupati Sumenep yang di batuan tidak dilaporkan,” kata Azizi dalam orasinya depan KPK.

BACA JUGA:  Tak Kunjung Ada Putusan, Sekretaris PW GMPI Jatim Desak Bupati Pamekasan Ambil Sikap Terkait Pilkades

Azizi menyebut ketidakpatuhan Ahcmad Fauzi dalam melaporkan kekayaannya sebagai pejabat tentu ini menjadi catatan buruk bahkan muncul kecurigaan bahwa sumber kekayaannya didapat dengan cara melawan hukum.

“Pejabat yang tidak melaporkan kekayaannya ini contoh yang buruk dan jelas-jelas tidak patuh pada aturan yang ada bahkan hal itu sebagai indikasi bahwa sumber keyaannya diperoleh dengan cara korupsi,” terangnya.

Karena itu, Azizi meminta KPK untuk mengaudit semua sumber kekayaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

BACA JUGA:  Demo KPK, Massa Aksi Minta KPK Ambil Alih Kasus Korupsi PT WUS yang Diduga Melibatkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi

“KPK audit kekayaan Bupati Sumenep dan investigasi semua kekayaan yang tidak dilaporkan ke LHKPN terutama bangunan mewah yang ada di Batuan Sumenep,” jelasnya.

Selain itu, Azizi juga meminta membuka kembali dan mengambil alih kasus korupsi dana Participating Interest (PI) dari hasil eksploitasi migas sebesar 10 persen yang dikelola oleh PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep, dari PSC Santos Blok Madura Offshore yang diduga melibatkan Achmad Fauzi.

“Fauzi sebenarnya punya track record jelek karena diduga terlibat dalam kasus korupsi di PT WUS namun dalam proses hukumnya Kejati Jatim yang mengusut kasus ini tidak pernah memeriksa Achmad Fauzi karena itu KPK harus buka kembali kasus tersebut dan diambil alih agar semua yg terlibat dipenjarakan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Demo KPK, Aktivis Antikorupsi Minta Periksa Kadinsos P3A Sumenep atas Dugaan Korupsi DBHCHT Tahun 2022

Azizi memastikan akan terus melakukan aksi tersebut jika KPK tidak segera melakukan tindak lanjut dari tuntatan yang disampaikan.

“Intinya tuntutan kami jelas, audit kekayaan Achmad Fauzi dan segera periksa soal dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi PT WUS, jika tidak segera diproses kami akan terus melakukan aksi depan KPK,” tutup Azizi.